Senin, 21 Juli 2014
Senin, 09 Juni 2014
TransSemarang
Dasar teori
Transportasi merupakan aspek penting
dalam perencanaan wilayah dan kota guna menunjang kelancaran aktivitas ekonomi
maupun sosial serta memacu pertumbuhan kota. Transportasi erat kaitannya dengan
kehidupan sosial karena untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah lainnya,
menghubungkan daerah yang masih terisolir dengan daerah yang sudah berkembang,
dan meratakan pembangunan. Beberapa permasalahan transportasi yang terjadi saat
ini dapat menghambat laju pertumbuhan suatu kota. Khususnya masalah kemacetan. BRT
Semarang adalah transportasi masal di kota semarang yang di disain senyaman
mungkin untuk diharapkan dapat mengurangi kemacetan tersebut nantinya.
Isi
Semarang
memang lagi gencar-gencarnya memberikan layanan transportasi yang layak dan
baik untuk masyarakat. Transportasi yang memudahkan masyarakat, sehingga
transportasi umum seperti trans semarang ini akan digemari ketimbang
menggunakan kendaraan pribadi. Trans
semarang adalah sebuah layanan angkutan massal mirip dengan transjakarta. Trasnssemarang ini
mengadopsi dari system transportasi BRT.
Bus Rapid Transit atau
disingkat BRT adalah sebuah
sistem bus
yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan
jadwal. Menggunakan bus untuk melayani servis yang kualitasnya lebih baik
dibandingkan servis bus yang lain. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan
berkata lain. Kenapa bisa begitu karena dari segi tepat waktu transsemarang
masih sangat kurang sekali. Bisa kita rasakan untuk menunggu satu bus
transsemarang saja dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 30 menit sampai satu
jam. Itu merupakan waktu tunggu yang cukup lama jika kita bicara tentang bus
yang menerapkan system BRT. Memang berbeda dengan DKI Jakarta yang memiliki
jalur sendiri untuk BRTnya (Busway) sehingga waktu yang dibutuhkan untuk
menunggu satu bus yang melewati tiap shelter jauh lebih cepat, kurang lebih 5
menit sampai 10 menit.
Dari
hasil observasi kami, kami menemukan beberapa keluhan dari beberapa pengguna
dan petugas bus Transsemarang. Salah satunya adalah waktu tunggu yang begitu
lama tadi. Jika untuk satu Bus saja datang tiap 30 menit sekali maka wajar saja
banyak masyarakat lebih berminat untuk menaiki kendaraan pribadi dibanding BRT.
Karena BRT sebenarnya dibuat untuk mengubah kehidupan sosial masyarakat yang
cenderung menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih ke kendaraan umum masal
seperti BRT ini. Karena jika pola kehidupan masyarakat yang seperti ini bisa
dirubah maka banyak sekali dampak positif yang ditimbulkan. Karena bagi
seseorang yang hidup di dunia per teknik sipilan khususnya bidang transportasi,
pasti tahu akan banyak dampak positif yang akan di timbulkan. Dengan
perbandingan antara kapasitas dan volume lalulintas kita bisa tahu derajat
kejenuhan untuk jalan yang dilalui.
Contoh dampak positif yang bisa kita rasakan adalah ,Pertama, kemacetan
di dalam kota dapat dikurangi. Hal ini disebabkan karena jumlah kendaraan yang
seharusnya lewat telah beralih BRT, sehingga Volume lalulintas menjadi
berkurang mengakibatkan (ds)derajat kejenuhan yang kecil. Kedua, polusi udara
dari aktivitas transportasi akan lebih sedikit dikarenakan jumlah kendaraan
pribadi yang berkurang. Ketiga, hemat biaya oprasional kendaraan dan bahkan
dapat menghemat dan mengurangi konsumsi BBM, contoh saja kendaraan pribadi yang
melintasi kota semarang 122.000-125.000 unit kendaraan per hari dan anggap satu
kendaraan menghabiskan 4,9 liter per hari. Jika BRT dapat mengurangi setengah saja jumlah kendaraan pribadi,
maka semarang dapat menghemat 301350 liter perhari. Jika di anggap harga per
liter BBM Rp 6.500,00 maka kota semarang dapat menghemat sebanyak Rp
1.958.775.000,00 per hari. Nah inilah yang seharusnya bisa kita
realisasikan di kota Semarang.
Untuk
mengatasi keluhan tersebut sebenarnya bukan hanya jadi pekerjaan rumah untuk
pengelola BRT saja, tetapi juga menjadi pekerjaan bersama. Anggap saja
permasalahannya waktu tunggu bus begitu lama karena di sebabkan oleh kemacetan
dikarenakan jumlah angkutan umum dan kendaraan pribadi yang begitu banyak.
Dikarenakan banyaknya jumlah kendaraan yang melintas dengan tidak di barengi
dengan penambahan kapasitas maka akan jadi penghambat laju Bus. Memang lain
cerita jika mempunyai jalur bus sendiri, tetapi untuk wilayah ruas jalan yang
tidak begitu lebar seperti semarang untuk penambahan jalur khusus untuk BRT bis
dikatakan adalah mustahil. Langkah yang harus di ambil adalah pemkot semarang
harus bisa membatasi jumlah kenadaraan umum yang lewat. Dan tugas kita adalah
berusaha untuk beralih dari kendaraan umum ke BRT. Tetapi lain halnya jika
dengan armada bus yang kurang. Itu merupakan pekerjaan dari pihak yang mengurus
BRT.
Dengan
berjalannya waktu dan semakin majunya kota semarang, diharapkan BRT dapat digunakan
sebagai andalan dan iconnya transportasi di kota Semarang. Seperti halnya
Jakarta dengan Transjakarta nya, dan Semarang dengan TransSemarang.
Sabtu, 07 Desember 2013
Kamis, 05 Desember 2013
Ruang lingkup emisi di Negara Indonesia
Ruang
lingkup emisi di Negara Indonesia dengan melihat penyebab-penyebab umum yang
menyumbang begitu besar emisi.
- · DARI LISTRIK
Tabel 1 jumlah emisi
CO2 dari pemakaian listrik.
Tahun
|
Produksi tenaga listrik (GWh)
|
Emisi CO2
(Juta Ton CO2)
|
Faktor emisi CO2
(kg CO2/kWh)
|
1990
|
32.293,2
|
24,20
|
0,749
|
1991
|
37.290,5
|
28,04
|
0,752
|
1992
|
39.422,6
|
30,05
|
0,762
|
1993
|
38.608,0
|
26,52
|
0,687
|
1994
|
44.668,5
|
34,21
|
0,766
|
1995
|
52.832,4
|
35,34
|
0,669
|
1996
|
57.523,5
|
54,69
|
0,951
|
1997
|
68.924,4
|
51,10
|
0,741
|
1998
|
74.461,0
|
50,92
|
0,684
|
1999
|
80.023,8
|
55,32
|
0,691
|
2000
|
83.503,5
|
60,07
|
0,719
|
Diolah dari Statistik PLN dan Dept. ESDM
|
|||
Dari
data kita ambil saja data pada tahun 2000 yaitu 60.07 juta ton/tahun
·
Dari bahan bakar rumah tangga.
Rata-rata emisi dari konsumsi bahan bakar rumah
tangga adalah sebesar 73,6 kg CO2 per rumah per bulan. keluarga yang
menggunakan gas tabung menghasilkan emisi rata-rata 48 kg CO2 per
bulan. Jika di asumsika di Indonesia terdapat 50 juta rumah, maka emisi yang di
hasilkan per tahun adalah 44.88 juta ton CO2/tahun.
Tabel 2 Emisi CO2
dari konsumsi bahan bakar rumah tangga
Jenis Bahan Bakar
yang Digunakan
|
Rata-rata
Biaya/bulan
(Rp)
|
Rata-rata Emisi CO2
(kg CO2/rumah/bulan)
|
Gas (sambungan gas kota)
|
20.660,38
|
53.54
|
LPG (gas tabung)
|
55.170,73
|
47.74
|
Minyak tanah
|
34.047,89
|
78.49
|
LPG dan minyak tanah
|
74.900,00
|
94.84
|
Sumber: Data Primer
|
- · DARI KENDARAAN
Karena Satu kendaraan bermotor
menghasilkan 8,22 kg CO2 per hari. Dalam beberapa literatur yang saya dapatkan,
angka untuk emisi bensin dan solar sangat beragam. Namun dalam hal ini saya
mengambil nilai rata-rata dari kedua bahan bakar tersebut yaitu bensin
menghasilkan emisi sekitar 2,37 kg CO2/liter dan solar menghasilkan emisi
sekitar 2,63 kg CO2/liter). Sebagian besar di Indonesia, bahan bakar yang
digunakan berupa bensin dan sebagian kecil menggunakan solar. Dalam bagian ini,
saya akan mencoba menghitung
jumlah emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar
bensin dan solar yang ada di Indonesia berdasarkan data tersebut. Selanjutnya
dalam sebuah artikel, dikatakan bahwa konsumsi BBM
Indonesia yaitu 63.000.000.000 liter/tahun
Selanjutnya kita
akan menghitung jumlah kendaraan pengguna bensin yaitu :
= Sepeda motor +
Mobil pribadi berbahan bakar bensin + Angkutan umum
= 68,724,483 unit (89% dari total kendaraan yang ada di Indonesia)
= 68,724,483 unit (89% dari total kendaraan yang ada di Indonesia)
Selanjutnya, untuk
kendaraan pengguna solar yaitu :
= Bus + Truk +
Kendaraan pribadi berbahan bakar solar
= 8,182,644 unit (11% dari total kendaraan yang ada di Indonesia)
= 8,182,644 unit (11% dari total kendaraan yang ada di Indonesia)
Total BBM yang dipakai
(diasumsikan bahwa BBM hanya bensin dan solar karena di SPBU hanya dijual jenis
tersebut) yaitu 63.000.000.000 liter
Maka,
penggunaan bensin sebagai berikut :
= 89% x
63.000.000.000 liter
= 56,070,000,000 liter/tahun
= 56,070,000,000 liter/tahun
Penggunaan
solar :
= 11% x
63.000.000.000 liter
= 6,930,000,000 liter/tahun
= 6,930,000,000 liter/tahun
Selanjutnya
kita akan menghitung emisi CO2 dari penggunaan bahan bakar tersebut
dengan acuan bahwa emisi bensin 2.37 kg CO2/liter dan solar 2,63 kg CO2/liter.
Maka, tabel perhitungan emisi sebagai berikut (secara
sederhana).
Table 3
bahan bakar
|
total pengguna(liter/tahun)
|
jumlah emisi co2(kg/liter
|
total emisi(kg/tahun)
|
bensin
|
56,070,000,000
|
2.37
|
132,885,900,000
|
solar
|
6,930,000,000
|
2.67
|
18,225,900,000
|
151,111,800,000
|
|||
Jadi dalam
setahun kendaraan bermotor menghasilkan 151.11 juta Ton/tahun
·
Dari sampah
Berdasarkan Data Kemen LH Setiap Hari Rata-Rata Setiap Orang
Di Indonesia Mengahsilkan 2 Kg Sampah. Jika Saat Ini Penduduk Indonesia
Berjumlah 245 Juta Orang Maka Jumlah Total Sampah Yang Dihasilkan Rakyat
Indonesia Setiap Harinya Adalah :
245.000.000 X 2 Kg = 490.000.000 Kg (490 Juta Kg) Dikonversi
Dalam Ton Menjadi 490.000 Ton/ Hari.
Bagaimana Jika Satu
Tahun ?
490.000 Ton X 365 Hari Maka Rakyat Indonesia Telah
Memproduksi Sampah Sebanyak 178.850.000 Ton (Seratus Tujuh Puluh Delapan Juta
Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Ton Sampah Per Tahun) . dan Setiap 1 ton
sampah padat menghasilkan 50 kg gas CH4. Jadi jika di asumsikan maka dalam
setahun dari sampah dapat menyumbang 8.94 juta ton CH4 .
- · DARI BATUBARA
PLTU Batubara Penyebab Utama
Emisi Karbon.
Menurut hasil kajian 9 lembaga riset internasional tentang energi
( ExternE, UK SDC, Univ. of Wisconsin, CRIEPI
(Japan), Paul Scherrer Inst., UK Energy Review, IAEA,
Vattenfall AB, dan British Energy ), gas karbon dioksida yang
dikeluarkan oleh PLTU Batubara berkisar 755 – 990 kgCO2/MWeh
. Ini berarti bahwa untuk menghasilkan 1 megawattjam (MWh) energi
listrik, PLTU Batubara akan melepas karbon dioksida sekitar 755-990
kg. Jika kita hitung dengan menggunakan data kelistrikan nasional 2007
yang sebesar 28.608 MW, di mana 38% berasal dari PLTU Batubara, maka
jumlah emisi karbon yang ditimbulkan oleh seluruh PLTU Batubara selama 1
jam adalah sebesar 38% x 28.608 (MW) x 755 (kgCO2/MWeh) x
1 (h) = 8.207.635,2 kgCO2 , atau 8.208 ton per jam.
Jika emisi dari PLTU Batubara tersebut dihitung untuk rentang waktu 1 tahun,
maka jumlahnya di tahun 2007 akan menjadi sebanyak 8760 (h) x 8.208 (tonCO2/h)
= 71.992.080 ton, atau 71,992 juta ton CO2. Dan jumlah PLTU di
indo nesia terdapat 9 buah. Jadi setiap tahum batubara menyumbang 647.928 juta
ton CO2.
Tabel dan Sistematika Aktifitas
Manusia (Anthropogenic) dan Jumlah Gas yang Dihasilkan
Anthropogenic
|
CO2 (Ton/Tahun)
|
CH4 (Ton/Tahun)
|
|
Penggunaan Kendaraan Bermotor
|
151.11 juta
|
-
|
|
Pembakaran Hutan
|
14,73
|
-
|
|
Pemakaian Batu Bara
|
647.928 juta
|
Belu tahu
|
|
Pembuangan Sampah
|
-
|
8.94 jt
|
|
Pemakaian Listrik
|
60.07 jt
|
-
|
|
Pernafasan
|
82.5 jt
|
-
|
|
jumlah
|
956.338 jt
|
8,94 jt
|
Jika CH4
= 72 * CO2 maka jumlah emisi co2 selama setahun adalah 1.567.618.000 juta ton co2
|
Nama pohon
|
%
|
Kemampuan menyerap co2
(ton/tahun)
|
jumlah pohon
|
Diameter teduh(m)
|
Luas(m2)
|
luas lahan(m2)
|
|
jati
|
0.16
|
0.135
|
18579176296
|
2.5
|
4.90625
|
91154083704
|
|
trembesi
|
0.2
|
28488.39
|
110053.1129
|
5
|
19.625
|
2159792.34
|
|
beringin
|
0.1
|
535.9
|
2925206.195
|
5
|
19.625
|
57407171.58
|
|
mahoni
|
0.2
|
295.73
|
10601683.97
|
3
|
7.065
|
74900897.24
|
|
Rambutan
|
0.1
|
0.00212
|
7.39442E+11
|
3.5
|
9.61625
|
7.11066E+12
|
|
Nangka
|
0.1
|
0.126
|
12441412698
|
2
|
3.14
|
39066035873
|
|
Akasia
|
0.14
|
0.048
|
45722191667
|
2.5
|
4.90625
|
2.24325E+11
|
|
7.46534258E+12
|
||||||
|
7.47 juta km2
|
Jika di bandingkan dengan luas Indonesia
yang sebesar 1.922.570 km², maka
untuk mengurai emisi karbon dari seluruh aktivitas di Indonesia kita
membutuhkan 4 x dari luas Indonesia. Dan penyumbang emisi ter besar itu adalah
batu baradan kendaraan bermotor.. Itu pun belum termasuk jumlah emisi dari yang
lain-lain… jadi kita seharusnya
menyadari bahwa bukan hanya menanam tanaman saja, tetapi juga harus merubah
polanya..
Langganan:
Postingan (Atom)


